Benteng Somba Opu

Pemandangan Benteng Somba Opu 1

Selamat Datang di Jantung Sejarah Kerajaan Gowa-Tallo

Rumah Adat di Somba Opu

Menjelajahi Kekayaan Arsitektur Sulawesi Selatan

Detail Benteng Somba Opu

Saksi Sejarah Kejayaan Maritim Nusantara

Tentang Somba Opu

Benteng Somba Opu adalah saksi bisu kejayaan maritim dan denyut nadi perdagangan rempah-rempah yang pernah menjadikan Makassar sebagai salah satu kota pelabuhan terpenting di dunia.

Dibangun di tepi pantai Selat Makassar, benteng ini bukan sekadar struktur pertahanan, tetapi sebuah kota bertembok yang menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan kebudayaan Kerajaan Gowa. Hari ini, Benteng Somba Opu berdiri sebagai monumen sejarah yang agung, mengundang kita untuk menapaki jejak masa lalu dan merayakan kekayaan budaya Sulawesi Selatan.

Benteng Somba Opu terletak di Kabupaten Gowa, tepatnya di kawasan pesisir Sungai Jeneberang, sekitar 7–10 kilometer dari pusat Kota Makassar. Benteng ini merupakan bagian dari kompleks wisata budaya yang menampilkan rumah-rumah adat dari berbagai suku di Sulawesi Selatan. Lingkungannya dikelilingi pepohonan dan area terbuka yang memberikan suasana tenang, sekaligus menghadirkan nuansa historis khas peninggalan Kerajaan Gowa. Lokasinya berada tidak jauh dari pusat aktivitas kota sehingga mudah dijangkau oleh wisatawan lokal maupun luar daerah.

Dari Benteng Perang Hingga Pusat Perdagangan

Awal Pembangunan (Abad ke-16)

Benteng Somba Opu merupakan warisan monumental Kesultanan Gowa yang dibangun secara bertahap selama beberapa periode kekuasaan raja. Pembangunan benteng ini dimulai pada tahun 1525 di bawah perintah Raja Gowa ke-9, Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi' Kallonna. Proyek pembangunan ini tidak selesai dalam satu masa pemerintahan, melainkan dilanjutkan dan disempurnakan oleh penerusnya, termasuk Raja Gowa ke-12, Karaeng Tunijallo dan Sultan Alauddin, hingga akhirnya Sultan Hasanuddin menjadikannya benteng induk, pusat pemerintahan, dan pusat niaga utama Kerajaan Gowa

Masa Keemasan (Abad ke-17)

Di bawah pemerintahan Sultan Hasanuddin, Benteng Somba Opu mencapai puncak kemegahannya. Benteng ini diperluas dan diperkuat secara besar-besaran, menjadikannya salah satu benteng terkuat di Nusantara pada masanya. Dindingnya yang kokoh terbuat dari campuran batu bata, batu karang, dan tanah liat. Lebih dari sekadar benteng militer, Somba Opu berkembang menjadi kota kosmopolitan. Di dalamnya, ribuan orang dari berbagai bangsa Melayu, Cina, Eropa (Portugis, Inggris, Denmark) hidup dan berdagang. Benteng ini menjadi pusat perdagangan rempah-rempah internasional yang sengit, menyaingi dominasi VOC Belanda.

Ilustrasi kejayaan Benteng Somba Opu

Ilustrasi peta kuno yang menggambarkan kesibukan pelabuhan Somba Opu di abad ke-17.

Sumber:https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/

Kejatuhan dan Penemuan Kembali

Kekuatan Somba Opu menjadi ancaman besar bagi VOC. Setelah perang yang panjang dan sengit, Kerajaan Gowa akhirnya harus menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667. Salah satu butir perjanjian tersebut mengharuskan penghancuran Benteng Somba Opu. Benteng ini diruntuhkan, ditinggalkan, dan perlahan terkubur oleh waktu dan endapan lumpur sungai. Selama ratusan tahun, lokasinya terlupakan, hingga akhirnya ditemukan kembali dan dipugar pada era 1980-an.

Reruntuhan dinding bata Benteng Somba Opu

Sisa reruntuhan dinding bata asli benteng yang berhasil diekskavasi dan dipugar kembali.

Sumber: Wikipedia

Benteng Somba Opu Saat Ini: Jendela Budaya Sulawesi Selatan

Meskipun fungsi militernya telah berakhir, peran Benteng Somba Opu sebagai pusat kebudayaan tetap hidup. Kawasan benteng telah bertransformasi menjadi sebuah taman sejarah dan miniatur budaya yang vital bagi Sulawesi Selatan.

πŸ›οΈ Kawasan Pelestarian Sejarah

Menjaga sisa-sisa bastion dan dinding asli benteng sebagai cagar budaya yang dilindungi untuk dipelajari generasi mendatang.

🏠 Miniatur Arsitektur

Menjadi lokasi anjungan rumah adat dari berbagai dearah Sulawesi Selatan, termasuk Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar.

πŸ–ΌοΈ Museum & Informasi

Terdapat Museum Karaeng Pattingalloang di dalam kompleks yang menyimpan berbagai artefak dan benda pusaka bersejarah Gowa.

πŸŽ‰ Ruang Publik & Budaya

Sering digunakan sebagai lokasi utama untuk berbagai acara kebudayaan, pameran seni, festival, dan Kegiatan Organisasi.

Jelajahi Lebih Lanjut

Lihat koleksi arsitektur atau tonton kisah di baliknya.

🏠 Jelajahi Galeri Somba Opu

Telusuri galeri foto interaktif dari setiap rumah adat yang ada di dalam kompleks Benteng Somba Opu.

Lihat Galeri

🎬 Tonton Kisahnya

Nikmati koleksi video vertikal yang menjelaskan filosofi, sejarah, dan keunikan dari setiap arsitektur.

Lihat Storytelling

Lokasi Kami

Kunjungi situs bersejarah Benteng Somba Opu dan rasakan nuansa kejayaan masa lalu.

Benteng Somba Opu

πŸ“ Jl. Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

πŸ•’ Buka Setiap Hari: 08.00 - 18.00 WITA

Petunjuk Arah
×