Benteng Somba Opu

Boyang: Simbol kebijaksanaan dan Identitas Masyrakat Mandar

Rumah Adat MandarTampak Depan

Rumah Boyang adalah representasi fisik dari budaya, kosmologi, dan stratifikasi sosial Suku Mandar, suku asli mayoritas yang mendiami Provinsi Sulawesi Barat. Sebagai rumah adat tradisional yang diakui, Boyang tidak sekadar berfungsi sebagai tempat berlindung, melainkan memiliki nilai dan makna mendalam yang terikat erat dengan adat istiadat masyarakat Mandar.

Makna dan Struktur

Rumah adat Suku Mandar secara universal dikenal dengan nama Rumah Boyang. Gaya arsitektur Boyang dicirikan oleh bentuk rumah panggung (stilts) yang ditopang oleh tiang-tiang penyangga kokoh, dengan struktur utama tersusun dari material kayu yang dipilih secara cermat. Arsitektur vernakular ini dirancang untuk fungsi lintas sektor; selain sebagai tempat tinggal (hunian), Boyang juga menjadi ruang vital untuk kegiatan sosial dan ritual komunal.

Struktur Vertikal Boyang: Manifestasi Konsep Tripartit Kosmologi

Struktur rumah panggung Boyang terbagi menjadi tiga lapisan vertikal yang mencerminkan konsep tripartit (tiga dunia) dalam pandangan kosmologi Suku Mandar. Tiga bagian utama ini meliputi Tapang, Roang Boyang, dan Naong Boyang.

  • Tapang(Dunia atas/Loteng): Tapang merupakan bagian paling atas dari struktur rumah, mencakup loteng dan atap (ate). Secara fungsi fisik, Tapang digunakan sebagai area penyimpanan, khususnya untuk menyimpan barang-barang yang sudah tidak terpakai. Namun, dalam konteks simbolik, lapisan tertinggi ini secara jelas mewakili Dunia Atas atau dimensi spiritual dan transenden. Penempatan barang-barang yang mungkin memiliki nilai pusaka atau historis di sini menggarisbawahi kaitannya dengan nilai-nilai luhur dan memori kolektif yang dipandang suci.
  • Roang Boyang (Dunia Tengah/Tubuh Rumah): Roang Boyang didefinisikan sebagai ruang yang ditempati oleh manusia. Lapisan ini menjadi pusat kehidupan sehari-hari dan menampung semua aktivitas domestik keluarga. Secara kosmologi, Roang Boyang adalah Dunia Tengah, arena tempat interaksi sosial, ritual, dan kehidupan sehari-hari diatur. Penataan ruang horizontal di lapisan ini diatur ketat oleh etika dan moralitas masyarakat Mandar, yang membedakan antara ruang publik, semi-privat, dan intim..
  • Naong Boyang (Dunia Bawah/Kolong Rumah):Naong Boyang adalah kolong rumah yang terletak di bagian paling bawah. Fungsi ekologis dan ekonomi dari kolong ini adalah sebagai tempat penyimpanan ternak. Lebih jauh, Naong Boyang secara simbolis mewakili Dunia Bawah, terkait erat dengan alam, ekologi, dan materi.

    Ruang ini memiliki fungsi sosial-komunal yang signifikan. Selain menyimpan ternak, pada masa lalu Naong Boyang juga digunakan oleh kaum wanita untuk menenun kain sarung (manette). Yang lebih penting, kolong rumah ini dapat difungsikan sebagai tempat upacara atau digunakan sebagai tempat berteduh publik saat hujan tanpa perlu meminta izin dari pemilik rumah.

Klasifikasi Boyang Berdasarkan Status Sosial

Arsitektur Boyang memainkan peran penting sebagai penanda visual stratifikasi sosial dalam masyarakat Mandar, yang membedakan tipologi rumah adat menjadi dua jenis utama: Boyang Adaq dan Boyang Beasa.

  • Boyang Adaq: Rumah ini diperuntukkan bagi masyarakat dengan tingkat sosial tinggi atau kaum bangsawan, seperti Maraqdia atau Puang.
  • Boyang Beasa: Rumah ini dihuni oleh warga biasa atau masyarakat umum.
Simbol Pembeda Boyang Adaq dan Boyang Beasa

Perbedaan antara kedua tipologi ini tidak terletak pada struktur dasar panggung, melainkan pada detail arsitektur, khususnya ornamen dan desain tangga, yang secara langsung mencerminkan status sosial penghuninya.

1.Struktur Tangga

  • Boyang Adaq tangga dirancang bersusun dua dan dipisahkan oleh sebuah pararang. Susunan pertama terdiri dari tiga anak tangga, dan susunan kedua terdiri dari sembilan atau sebelas anak tangga
  • Boyang Beasa memiliki tangga yang tidak bersusun (polos).

2. Ornamen Tumbaq Layar (Penutup bubungan)

Boyang Adaq diwajibkan memiliki ornamen yang melambangkan status. Ciri khas utamanya adalah jumlah susunan tumbaq layar pada penutup bubungan, yang berkisar antara tiga hingga tujuh lapis. Jumlah susunan ini bersifat hierarkis; semakin banyak susunannya, semakin tinggi status kebangsawanannya.

Arsitektur Boyang berfungsi sebagai sistem penanda visual yang jelas. Kompleksitas struktur tangga dan jumlah susunan ornamen Tumba' Layar secara eksplisit mengindeks kekuasaan dan hak istimewa sosial atau politik yang dimiliki oleh penghuninya. Perbedaan detail ini memastikan bahwa hierarki sosial diakui secara publik dan diabadikan melalui bentuk fisik bangunan.

Galeri Rumah Adat Mandar

Booking Sekarang